Total Tayangan Halaman

Selasa, 26 Januari 2016


                BTS  FF  KIM  TAEHYUNG


 

Ini ff pertamaku…
Silakan dibaca…                                
Tittle          : Lotus
Author       : Nana
Main Cast  : Kim Tae Hyung ( BTS ), Min Yongi ( BTS ), Kim Jong In ( E×O ), Kim So Hyun,
                     Jung Kook ( BTS ), Namjoon ( BTS ), Jimin ( BTS )
Genre        : sad, friendship, happy ending
Happy  reading…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
                Pagi yang cerah, seseorang sedang berdiri di depan jendela dari dalam kamar apartemennya. Pria tampan berumur 20 th-an dengan postur tubuh tinggi kurus, berambut coklat dan berkulit putih itu sedang memikirkan apa yang akan terjadi jka saudaranya kehilangan dirinya. Pria itu bernama Kim Tae Hyung. Dia mempunyai 2 kakak laki-laki bernama Kim Jongin dan Kim So Hyun. Mereka sangat mencintai adiknya itu. Semenjak kepergian orang tua mereka yang mengalami kecelakaan pesawat 13 tahun lalu.
            Tiba-tiba, seseorang masuk kamar Tae Hyung tanpa mengetuk pintu. Sontak membuat Tae Hyung kaget dalam lamunannya.
            “ Tae Hyung-ah ! Ayo turun dan sarapan ! Kau ada jadwal manggung hari ini kan ?! “
            “ A-aa ne hyung ! Sebentar lagi ! “ Terbata-bata menjawab hyungnya.
            “ Palli-wa ! So Hyun hyung sudah membuat sarapan kesukaanmu tau !! “
            “ N-ne hyung ! Aku akan segera turun. “
            “ Kajja.”
            “ Kajja. “
Saat menuruni tangga, ia merasakan hal yang aneh dengan kepalanya. Ia merasakan sakit yang luar biasa dan tak bisa ditahan hanya dengan memegangi kepalanya. Jongin yang ada di belakang Tae Hyung merasa bingung dan khawatir dengan tingkah adiknya itu.
            “ Tae Hyung-ah, kau tidak apa-apa ? “ Sambil memegangi pundak adiknya.
“ Aa..ne hyung aku baik-baik saja. Hyung, aku pergi ke kamar dulu, kau pergilah ke bawah. Aku akan menyusulmu nanti. Kasihan So Hyun hyung sudah menunggu sendirian dari tadi. “
“ Oke arrasseo. Kau jangan lama-lama di kamar ya ! Dan cepatlah menyusul ke bawah. Waktumu tinggal 2 jam lagi untuk manggung. Dan…
Sebelum hyungnya selesai bicara, ia sudah pergi secepat kilat meninggalkan hyungnya yang masih mengomel.
“ Hei…!! Teman-temanmu sudah menunggu di dorm !! “
“ Ne hyung ! “
Langkah kaki yang begitu cepat menaiki anak tangga satu persatu itu, membuat ia kelelahan dan sakit kepalanya memuncak yang membuatnya sedikit kehilangan kesadaran dan hampir saja jatuh tergelincir ke bawah. Tapi untunglah ia masih ingat kalau ada kedua kakak dan teman-teman yang selalu menyayanginya. Karena itu, ia harus bertahan demi orang-orang yang ia cintai.
Dengan pandangan yang buyar, Tae Hyung memasuki kamarnya, setelah itu ia menutup pintunya rapat-rapat dan menguncinya agar kedua kakaknya tidak masuk kamarnya. Tae Hyung lalu mencari-cari benda yang nantinya akan menghilangkan sedikit rasa sakit di kepalanya itu.
“ Ah…dimana ya aku menyimpan obat itu ? “
Ia membuka satu per satu lacinya, dan akhirnya ketemu juga obat yang ia cari dari tadi.
“ Oh…disini rupanya. “
Ia mengambil 2 butir kapsul dan meminumnya segera. Sebenarnya, ia sudah mulai bosan meminum obat itu. Walaupun ia sudah mencoba memeriksakannya ke dokter, hasilnya tetap saja nihil, tak ada perubahan sedikitpun.


            Di ruang makan, ada So Hyun ( kakak tertua ) yang melihat Jongin menuruni tangga sendirian, ia lalu menanyakan kemana si adik bungsunya itu.
“ Hei Jongin !! Kemana Tae Hyung ? Bukankah kau ku suruh memanggilnya untuk sarapan ?! “ Bentak So Hyun dengan nada dinaikkan.
“ Iya ! Itu ! Dia tadi sudah kusuruh menyusulku, karena…”
Tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, Tae Hyung perlahan menuruni anak tangga.
“ Hei kau, Tae Hyung ! Lama sekali kau turun ! Managermu dari tadi sudah meneleponku tau !! Dia marah-marah karena kau belum sampai juga di dorm ! “
“ Oh mian ! Ayo kita sarapan, aku akan berangkat setelah sarapan. “ Dengan memperlihatkan senyuman canggung untuk menutupi rasa sakitnya.
“ Wwuaahh…hyung! Masakanmu benar-benar yang terlezat dari masakan yang pernah aku coba ! Bahkan masakan ajumma yang ada di depan apartemen kita kalah dengan yang hyung buat ! “
Karena Tae Hyung jarang memuji masakan So Hyun, Jongin pun tertawa dengan nada mengejek.
“ Ha ha ha…kau ini kenapa ? Sakit ya ? Kau bilang masakan So Hyun hyung ini enak ? Bagiku, ini masakan paling hambar yang pernah kucicipi tau ! Bahkan kalau dijualpun, toko akan bangkrut sebelum ada promosi !! Kau bercanda ya ?? “
So Hyun yang marah langsung menyambar kata-kata Jongin tadi.
“ Hei kau ini ! Kau bilang masakanku ini tidak enak ?! Kalau begitu, jangan kau makan masakanku yang tidak enak ini ! “ Sambil mengambil mangkuk Jongin dan menyerahkannya pada Tae Hyung.
Sebenarnya So Hyun tau kalau adiknya itu pura-pura. Jongin yang kelaparan memohon kepada hyungnya itu untuk mengembalikan mangkuk berisi sup daging itu kepadanya.
“ Aaa…hyung, aku kan cuma bercanda ! Kenapa kau menanggapinya serius hah ?! “
Meminta hyungnya dengan ekspresi memelas. Akhirnya So Hyun hyung memberikan kembali mangkuk itu.
“ Nih sarapanmu ! Tapi awas kalau kau menyindir masakanku yang enak ini, kau tidak  akan kubuatkan makanan lagi. Arrasseo !! “
“ Ne hyung, “
Suasana saat sarapan menjadi sangat menyenangkan karena candaan dari kakak kakaknya itu yang membuat Tae Hyung ingin lebih lama tinggal dengan mereka.


Sementara di dorm Bangtan, terdapat 4 pria yang sedang latihan vocal. Sebenarnya ada 6, tetapi kedua member itu sedang melaksanakan wamil. Empat pria itu adalah Jungkook, Yoon Gi, Jimin, dan Namjoon. Jungkook merupakan member termuda di Bangtan, ia lahir tahun 1997. Mereka berlima termasuk Tae Hyung akan melakukan konser Music Bank di Busan.
Sambil menunggu kedatangan Tae Hyung, mereka mulai bercerita tentang horror. Dan Jimin pun menyuruh Jungkook mematikan sebagian lampu.
“ Jungkook-ah, matikan lampu yang dekat dengan pintu aja ! “
“ Arrasseo hyung. “
Setelah itu, Yoon Gi mulai bercerita tentang misteri rumah tua yang ada di sebelah dorm mereka.
“ Hei, aku mau cerita soal rumah tua yang ada di samping dorm kita. “
“ Apa hyung ? “ Jungkook mulai penasaran.
Angin yang kencang membuat ranting-ranting pohon bergesekan dan menimbulkan suasana mistis, menjadikan suasana yang tadinya tenang menjadi horror. Ditambah lagi, Jungkook yang mematikan lampu dekat pintu tadi.
“ Hyung ! Ayo cepat ceritakan ! “ Namjoon dengan tidak sabarnya ingin mendengar cerita horror itu.
“ Malam itu, pukul 11.24, ada pencurian di rumah itu. Penghuni rumah ditembak mati dan menyisakan darah yang berceceran di lantai rumah. “  Dengan percaya diri ia bercerita layaknya cerita itu nyata.
“ Keesokan harinya, ketika polisi menyelidiki kasus pencurian dan pembunuhan itu, salah satu polisi melihat bayangan putih sekilas di belakang dirinya. Dan dari ruang dapur, terdengar ada suara orang yang tengah berlari kecil. “
Semua member mendengarkan cerita Yoon Gi dengan serius. Lalu tiba-tiba, di dorm mereka juga terdengar suara orang yang tengah berlari menuju ke arah mereka. Sontak mereka kaget dengan sumber suara tersebut.
Dug…dug…dug…dug…
“ Suara apa itu hyung ? “ Tanya Jimin.
“ Aku juga tidak tahu. Apa mungkin gentayangan pemilik rumah tua itu ya ? “ Namjoon menjawab dengan nada ketakutan.
Tiba-tiba, pintu dorm perlahan dibuka.


“ Tae Hyung-ah ! Cepatlah ! Satu setengah jam lagi kau akan manggung kan ?! Nanti kau telat, aku yang dimarahi managermu lagi tau !! “
“ Iya…iya hyung ! Aku juga sudah selesai sarapannya ! “
“ Tae Hyung-ah ! Mau kuantar ? “ Tawar Jongin.
“ Tidak usah ! Aku bisa bawa mobil sendiri. “
“ Tapi, kau kan tadi…”
Tae Hyung langsung memotong kata-kata hyungnya.
“ Aku pergi dulu ya Jongin hyung, So Hyun hyung ! “
“ Ya, hati-hati di jalan ! Jangan ngbut-ngebut ! “ So Hyun dengan perasaan khawatir.
Saat di perjalanan, ia terburu-buru, dan hampir saja menabrak pejalan kaki.
Ciiiitt…..Suara ban mobil yang dikendarai Tae Hyung terdengar sangat keras karena mengalami pengereman mendadak menyebabkan bunyi antara ban dan aspal.
Dengan rasa bersalah, Tae Hyung meminta maaf.
“ Oh…maaf…maaf ! Aku tidak sengaja ajussi ! Apa anda baik-baik saja ? “
“ Ya..ya..aku baik-baik saja. Lain kali kalau nyetir hati-hati ! Jangan ngebut-ngebut ! “
“ Ne ajussi. Aku tadi sedang terburu-buru. Sekali lagi aku minta maaf. “
Sesampainya di dorm, ia langsung berlari menuju pintu masuk. Dengan nafas yang terengah engah, Tae Hyung perlahan membuka pintu.


Dug…dug…dug…dug…
“ Suara apa itu hyung ! “ Tanya Jimin.
“ Aku juga tidak tahu. A[a mungkin gentayangan pemilik rumah tua itu ya ? “
Namjoon menjawab dengan nada ketakutan.
            Tiba-tiba, pintu dorm perlahan dibuka. Dan semua member menjerit ketakutan.
            “ AAA….HANTU   GENNTAYANGAAA…NNN..!!!! “
“ Pergi kau !! Pergi sana ! Aku tidak akan bercerita lagi !! Jadi tolonlah pergi dari dorm kami ! Jebaalll…!! “
Tae Hyung yang membuka pintu dorm, terheran-heran dengan kelakuan teman-temannya itu.
“ Hei…! Kau pikir aku ini apa ?? Aku masih hidup tau !! “
Karena Jungkook mendengar sesuatu yang sepertinya familiar dengan suara itu, ia lalu membuka setengah matanya dan menengok ke belakang. Betapa kagetnya Jungkook saat ia melihat sosok pria dengan bayangan hitam. Lalu ia menutup kembali matanya sambil berteriak keras-keras.
“ Aaa…aku tidak takut pada hantu palsu seperti kau !! Menjauhlah dari kami ! “
“ Hei, kalian semua…!! Aku ini Tae Hyung !! Mengapa kalian malah berteriak seakan akan aku ini adalah hantu, hah ?! “
Semua member kaget dengan apa yang mereka dengar. Dan semuanya memberanikan diri menoleh ke arah sumber suara itu yang berada di depan pintu.
“ Aahh…Tae Hyung-ah ! Kukira kau ini hantu gentayangan pemilik rumah tua yang ada di sebelah dorm kita ! Kau ini !! “ Kata Jimin mengomel.
“ Salah siapa bercerita horror dan mematikan lampu di sini ! “ Tae Hyung mencoba membela dirinya.
Lalu semua member menjawab serentak.
“ Yoon Gi dan Jimin ! “
Ketika mereka sedang mempersalahkan siapa yang salah, manager mereka masuk ke dorm.
“ Hei, kalian ! Ayo berangkat ! Setengah jam lagi kita mulai manggung ! Palli..palli..! “
Semua member menjawab dengan serentak.
“ Ne manager hyung ! “
“ Kajja kajja ! BTS Fighting !! “ Sorakan Yoon Gi sebagai penyemangat.
Serentak menjawab sambil tepuk tangan.
“ Fighting…!! “


Mereka yang sudah ada di backstage, bersiap-siap naik panggung. Semua penonton memenuhi studio. Senior-senior mereka juga sudah siap di backstage untuk menunggu giliran mereka. Kini giliran Bangtan tampil di panggung. Host memanggil nama boyband itu, dan merekapun segera menaiki panggung dan disambut dengan sorak sorai penggemar mereka.
Sang leader mulai memperkenalkan diri dan disusul para member lainnya.
“ Annyeong haseo “ Namjoon imnida ! “
            “ Annyeong haseo “ Yoon Gi imnida ! “
            “ Annyeong haseo “ Jimin imnida ! “
            “ Annyeong haseo “ Tae Hyung imnida ! “
            “ Annyeong haseo “ Jungkook imnida ! “
Karena ada yang kurang, Host pun bertanya pada mereka.
            “ Kemana Seok Jin dan J-Hope ? “
            “ Mereka sedang melaksanakan wamil. Dua bulan lagi mereka akan kembali. “ Namjoon sebagai leader menjawab pertanyaan itu.
“ Baiklah, karena penonton sudah menunggu perform kalian,mari kita sambut, Bangtaan..!”
Penonton mulai berteriak-teriak histeris. Saat ini, Bangtan akan membawakan lagu yang berjudul RUN.
            Suasana yang panas dan keterbatasannya AC ysng tersedia, membuat para member kepanasan dan mengeluarkan keringat banyak. Terutama Tae Hyung, ia terlihat pucat setelah perform tadi.Ketika menuruni panggung, Tae Hyung hampir saja pingsan. Untung saja Yoon Gi sigap menagkap badan Tae Hyung.
            “ Tae Hyung-ah, kau tidak apa-apa ? “
            “ Oo..jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja.”
            “ Tapi kau terlihat pucat. Ayo kita ke rumah sakit. “
            “ Tidak apa-apa kok. Aku baik-baik saja, “
             “ Tapi, kalau kau butuh bantuan, bilang saja sama kita, jangan kau tutup-tutupi sendirian.”
            “ Oo..ne, arrasseo hyung. “
            Ketika mereka sedang menuju ruang tunggu, tiba-tiba Tae Hyung pingsan dengan darah yang keluar dari hidungnya, Yoon Gi yang ada di depannya, langsung berlari mendekati Tae Hyung yang tergeletak di lantai itu.

           
            “ Bagaimana keadaan adik saya dok ? “ Tanya So Hyun yang khawatir sejak tadi.
            Dokter menjelaskan dengan detail.
“ Ee..begini. Kim Tae Hyung menderita leukemia. Sekarang ia sedang koma. Ini sudah lama sekali, sejak ia datang ke rumah sakit ini untuk berobat. Apakah anda tidak diberi tahu ? Kim Tae Hyung menderita leukimia saat ia berumur 15 tahun. Waktu itu, ia sering datang kesini, dan lama-lama ia jarang datang lagi. “
Karena khawatir, Jongin ingin masuk.
“ Apakah saya boleh masuk dok ?”
            “ Silahkan…silahkan..”


            Ruang kamar pasien, seorang pria terbaring di sana, dipenuhi dengan selang oksigen dan alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan detak jantung pria itu lemah. Dia adalah Tae Hyung.
            Greek…greek…
            Pintu kamar bergeser dan ada segerombolan orang masuk. Jongin yang tidak bisa menerima keadaan adiknya itu, menagis tersedu-sedu. Sedangkan So Hyun hanya bisa menenangkan adik pertamanya itu agar tidak menangisinya lagi
            Yoon Gi dan member lainnya yang sedang melihat Tae Hyung terkulai lemas di ranjang itu, juga ikut menangis. Yoon Gi yang paling lama menangisinya, karena mereka itu sangat dekat.
            “ Hei..Tae Hyung-ah ! Kapan kau bangun hah ? “ Yoon Gi yang terus menangis meratapi sahabatnya itu.
“ Apa kau merindukanku Yoon Gi ? Kita baru saja berpisah beberapa jam lalu! Kalau kau ingin aku sadar, suruh mereka untuk berhenti menangisiku, karena aku masih hidup. “
            Suara samar-samar yang terdengar oleh Yoon Gi, membuatnya langsung sadar, kalau Tae Hyung berada di dekat tempatnya berdiri.

FLASHBACK…
            “ Bagaimana keadaan adik saya dok ? “ Tanya So Hyun yang khawatir sejak tadi.
            Membuka matanya perlahan-lahan.
            “ Ooh..dimana aku ? Ada apa denganku ?
            Greek…greek…
            “Oo..hyung, lihat hyung, aku sudah sadar ! “
            Dengan perasaan sedih, hyung dan teman-temannya menangisi Tae Hyun yang sedang koma.
            ( Tidak merespon pernyataan Tae Hyung )
            “ Hyung, kau tidak mendengarku ? “ Tae Hyung yang mulai curiga dengan keadaan dirinya, menoleh ke arah tempat tidur.
“ Mengapa aku juga ada di sana ? Kenapa dengan badanku ? Bersinar dan ringan. Dan kenapa mereka malah menangisiku yang ada di tampat tidur ? Jadi, apa aku ini sekarang telah menjadi roh ? Hyung ! Apa yang terjadi denganku ? “
 FLASHBACK END…

            “ Tae Hyung-ah, apa itu kau ? “ Yoon Gi mencoba untuk memastikannya lagi.
            “ Ya, ini aku, Kim Tae Hyung. Jadi, apa kau akan melakukannya ?”
            “ Tentu saja !! Kami sangat merindukanmu Tae Hyung-ah ! “
            “ K-kenapa hyung malah bicara sendiri ? “ Jungkook dengan nada terputus-putus karena sedang manangis.
“ Hei kalian ! Janganlah menangis ! Menangis tidaklah membuat orang sadar kembali kan ? Kita berdoa saja agar Tae Hyung segera sadar. “ Ucap Yoon Gi meyakinkan semua.
“ Benar juga hyung ! Kami tidak aka menangis lagi. “ Kata-kata jimin membuat semua orang berhenti menangis.
Satu seperempat jam kemudian, Tae hyung mulai ada tanda-tanda akan sadar. Jongin hyung memanggil dokter untuk memeriksanya.
“ Dokter, dokter..adikku sudah sadar ! “
Dokter yang sedang ada di dekat kamar Tae Hyung, langsung masuk dan memeriksa keadaan pasiennya itu.
“ Permisi, bisakah kalian keluar sebentar ? “
“ Baik dok. “ Semua menjawab dengan nada yang bahagia.
Setelah memeriksa, dokter pun keluar kamar pasien.
“ Bagaimana keadaan Tae Hyung dok ? “ Tanya Yoon Gi.
“ Dia sudah sepenuhnya pulih dan tidak lagi menderita leukemia. Ini keajaiban Tuhan. Jarang sekali menemukan moment seperti ini. “
Semua menangis terharu.
“ Benarkah dok ? Bolehkah kami masuk ? “ Jungkook yang tidak sabaran ingin sekali masuk menemui hyung kesayangannya.
“ Silahkan saja. “
Pintu kamar perlahan dibuka. Greek….
“ Hei…Kim Tae Hyung !! Kami benar-benar merindukanmu tau !Aku tadi dengar suaramu, dan aku melaksanakan perintah yang kau suruh dengan baik ! “
“ Benarkah ? Aku tidak ingat ?!” Tae Hyung menjawabnya dengan polos, karena ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dengannya.
“ Apa kalian senang aku kembali ?? “
Jongin marah karena candaan itu.
“ Hei…siapa memang yang tidak senang kau kembali hah ? “
“Kenapa kau menjawab serius ? Aku kan hanya bercanda…! He he he… “
“ Apanya yang lucu ! Kami sangat khawatir kalau kau tidak akan kembali lagi. “ Namjoon mulai menitihkan air matanya.
Jimin mencoba memberi tahu semuanya kepada Tae Hyung.
“ Tae Hyung-ah, mulai sekarang kau tidak usah khawatir dengan penyakitmu ! Kau sekarang sudah sembuh total Tae Hyung-ah ! “
“ Jinjja ? Aku tidak akan kambuh lagi ?”
“ Hmm…! “
“ Hei, kau..! Mulai sekarang kalau kau sakit ceritakan pada hyungmu ini ! Jangan menyembunyikannya sendirian ! Arrasseo ? “ So Hyun tak mau kalah.
“ Ne Hyung. “
THE  END…