BTS FF KIM TAEHYUNG
Ini ff pertamaku…
Silakan dibaca…
Tittle : Lotus
Author : Nana
Main Cast : Kim Tae Hyung ( BTS ), Min Yongi ( BTS ),
Kim Jong In ( E×O ), Kim So Hyun,
Jung Kook ( BTS ), Namjoon ( BTS ), Jimin ( BTS )
Genre : sad, friendship, happy ending
Happy reading…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah, seseorang sedang berdiri di depan jendela dari
dalam kamar apartemennya. Pria tampan berumur 20 th-an dengan postur tubuh
tinggi kurus, berambut coklat dan berkulit putih itu sedang memikirkan apa yang
akan terjadi jka saudaranya kehilangan dirinya. Pria itu bernama Kim Tae Hyung.
Dia mempunyai 2 kakak laki-laki bernama Kim Jongin dan Kim So Hyun. Mereka
sangat mencintai adiknya itu. Semenjak kepergian orang tua mereka yang
mengalami kecelakaan pesawat 13 tahun lalu.
Tiba-tiba,
seseorang masuk kamar Tae Hyung tanpa mengetuk pintu. Sontak membuat Tae Hyung
kaget dalam lamunannya.
“
Tae Hyung-ah ! Ayo turun dan sarapan ! Kau ada jadwal manggung hari ini kan ?!
“
“
A-aa ne hyung ! Sebentar lagi ! “ Terbata-bata menjawab hyungnya.
“
Palli-wa ! So Hyun hyung sudah membuat sarapan kesukaanmu tau !! “
“
N-ne hyung ! Aku akan segera turun. “
“
Kajja.”
“
Kajja. “
Saat
menuruni tangga, ia merasakan hal yang aneh dengan kepalanya. Ia merasakan
sakit yang luar biasa dan tak bisa ditahan hanya dengan memegangi kepalanya.
Jongin yang ada di belakang Tae Hyung merasa bingung dan khawatir dengan
tingkah adiknya itu.
“
Tae Hyung-ah, kau tidak apa-apa ? “ Sambil memegangi pundak adiknya.
“
Aa..ne hyung aku baik-baik saja. Hyung, aku pergi ke kamar dulu, kau pergilah
ke bawah. Aku akan menyusulmu nanti. Kasihan So Hyun hyung sudah menunggu
sendirian dari tadi. “
“ Oke
arrasseo. Kau jangan lama-lama di kamar ya ! Dan cepatlah menyusul ke bawah.
Waktumu tinggal 2 jam lagi untuk manggung. Dan…
Sebelum
hyungnya selesai bicara, ia sudah pergi secepat kilat meninggalkan hyungnya
yang masih mengomel.
“
Hei…!! Teman-temanmu sudah menunggu di dorm !! “
“ Ne
hyung ! “
Langkah
kaki yang begitu cepat menaiki anak tangga satu persatu itu, membuat ia
kelelahan dan sakit kepalanya memuncak yang membuatnya sedikit kehilangan
kesadaran dan hampir saja jatuh tergelincir ke bawah. Tapi untunglah ia masih
ingat kalau ada kedua kakak dan teman-teman yang selalu menyayanginya. Karena
itu, ia harus bertahan demi orang-orang yang ia cintai.
Dengan
pandangan yang buyar, Tae Hyung memasuki kamarnya, setelah itu ia menutup
pintunya rapat-rapat dan menguncinya agar kedua kakaknya tidak masuk kamarnya.
Tae Hyung lalu mencari-cari benda yang nantinya akan menghilangkan sedikit rasa
sakit di kepalanya itu.
“
Ah…dimana ya aku menyimpan obat itu ? “
Ia
membuka satu per satu lacinya, dan akhirnya ketemu juga obat yang ia cari dari
tadi.
“
Oh…disini rupanya. “
Ia mengambil 2 butir kapsul dan meminumnya segera. Sebenarnya, ia
sudah mulai bosan meminum obat itu. Walaupun ia sudah mencoba memeriksakannya
ke dokter, hasilnya tetap saja nihil, tak ada perubahan sedikitpun.
Di
ruang makan, ada So Hyun ( kakak tertua ) yang melihat Jongin menuruni tangga
sendirian, ia lalu menanyakan kemana si adik bungsunya itu.
“
Hei Jongin !! Kemana Tae Hyung ? Bukankah kau ku suruh memanggilnya untuk
sarapan ?! “ Bentak So Hyun dengan nada dinaikkan.
“
Iya ! Itu ! Dia tadi sudah kusuruh menyusulku, karena…”
Tidak
sempat menyelesaikan kata-katanya, Tae Hyung perlahan menuruni anak tangga.
“
Hei kau, Tae Hyung ! Lama sekali kau turun ! Managermu dari tadi sudah
meneleponku tau !! Dia marah-marah karena kau belum sampai juga di dorm ! “
“ Oh
mian ! Ayo kita sarapan, aku akan berangkat setelah sarapan. “ Dengan
memperlihatkan senyuman canggung untuk menutupi rasa sakitnya.
“
Wwuaahh…hyung! Masakanmu benar-benar yang terlezat dari masakan yang pernah aku
coba ! Bahkan masakan ajumma yang ada di depan apartemen kita kalah dengan yang
hyung buat ! “
Karena
Tae Hyung jarang memuji masakan So Hyun, Jongin pun tertawa dengan nada
mengejek.
“ Ha
ha ha…kau ini kenapa ? Sakit ya ? Kau bilang masakan So Hyun hyung ini enak ?
Bagiku, ini masakan paling hambar yang pernah kucicipi tau ! Bahkan kalau dijualpun,
toko akan bangkrut sebelum ada promosi !! Kau bercanda ya ?? “
So
Hyun yang marah langsung menyambar kata-kata Jongin tadi.
“ Hei
kau ini ! Kau bilang masakanku ini tidak enak ?! Kalau begitu, jangan kau makan
masakanku yang tidak enak ini ! “ Sambil mengambil mangkuk Jongin dan menyerahkannya
pada Tae Hyung.
Sebenarnya
So Hyun tau kalau adiknya itu pura-pura. Jongin yang kelaparan memohon kepada
hyungnya itu untuk mengembalikan mangkuk berisi sup daging itu kepadanya.
“
Aaa…hyung, aku kan cuma bercanda ! Kenapa kau menanggapinya serius hah ?! “
Meminta hyungnya dengan ekspresi
memelas. Akhirnya So Hyun hyung memberikan kembali mangkuk itu.
“
Nih sarapanmu ! Tapi awas kalau kau menyindir masakanku yang enak ini, kau
tidak akan kubuatkan makanan lagi.
Arrasseo !! “
“ Ne
hyung, “
Suasana
saat sarapan menjadi sangat menyenangkan karena candaan dari kakak kakaknya itu
yang membuat Tae Hyung ingin lebih lama tinggal dengan mereka.
Sementara
di dorm Bangtan, terdapat 4 pria yang sedang latihan vocal. Sebenarnya ada 6,
tetapi kedua member itu sedang melaksanakan wamil. Empat pria itu adalah
Jungkook, Yoon Gi, Jimin, dan Namjoon. Jungkook merupakan member termuda di
Bangtan, ia lahir tahun 1997. Mereka berlima termasuk Tae Hyung akan melakukan
konser Music Bank di Busan.
Sambil
menunggu kedatangan Tae Hyung, mereka mulai bercerita tentang horror. Dan Jimin
pun menyuruh Jungkook mematikan sebagian lampu.
“
Jungkook-ah, matikan lampu yang dekat dengan pintu aja ! “
“
Arrasseo hyung. “
Setelah
itu, Yoon Gi mulai bercerita tentang misteri rumah tua yang ada di sebelah dorm
mereka.
“
Hei, aku mau cerita soal rumah tua yang ada di samping dorm kita. “
“
Apa hyung ? “ Jungkook mulai penasaran.
Angin
yang kencang membuat ranting-ranting pohon bergesekan dan menimbulkan suasana
mistis, menjadikan suasana yang tadinya tenang menjadi horror. Ditambah lagi,
Jungkook yang mematikan lampu dekat pintu tadi.
“
Hyung ! Ayo cepat ceritakan ! “ Namjoon dengan tidak sabarnya ingin mendengar cerita
horror itu.
“
Malam itu, pukul 11.24, ada pencurian di rumah itu. Penghuni rumah ditembak
mati dan menyisakan darah yang berceceran di lantai rumah. “ Dengan percaya diri ia bercerita layaknya
cerita itu nyata.
“
Keesokan harinya, ketika polisi menyelidiki kasus pencurian dan pembunuhan itu,
salah satu polisi melihat bayangan putih sekilas di belakang dirinya. Dan dari
ruang dapur, terdengar ada suara orang yang tengah berlari kecil. “
Semua
member mendengarkan cerita Yoon Gi dengan serius. Lalu tiba-tiba, di dorm
mereka juga terdengar suara orang yang tengah berlari menuju ke arah mereka. Sontak
mereka kaget dengan sumber suara tersebut.
Dug…dug…dug…dug…
“
Suara apa itu hyung ? “ Tanya Jimin.
“
Aku juga tidak tahu. Apa mungkin gentayangan pemilik rumah tua itu ya ? “
Namjoon menjawab dengan nada ketakutan.
Tiba-tiba,
pintu dorm perlahan dibuka.
“
Tae Hyung-ah ! Cepatlah ! Satu setengah jam lagi kau akan manggung kan ?! Nanti
kau telat, aku yang dimarahi managermu lagi tau !! “
“
Iya…iya hyung ! Aku juga sudah selesai sarapannya ! “
“
Tae Hyung-ah ! Mau kuantar ? “ Tawar Jongin.
“ Tidak
usah ! Aku bisa bawa mobil sendiri. “
“
Tapi, kau kan tadi…”
Tae
Hyung langsung memotong kata-kata hyungnya.
“
Aku pergi dulu ya Jongin hyung, So Hyun hyung ! “
“
Ya, hati-hati di jalan ! Jangan ngbut-ngebut ! “ So Hyun dengan perasaan
khawatir.
Saat
di perjalanan, ia terburu-buru, dan hampir saja menabrak pejalan kaki.
Ciiiitt…..Suara
ban mobil yang dikendarai Tae Hyung terdengar sangat keras karena mengalami
pengereman mendadak menyebabkan bunyi antara ban dan aspal.
Dengan
rasa bersalah, Tae Hyung meminta maaf.
“
Oh…maaf…maaf ! Aku tidak sengaja ajussi ! Apa anda baik-baik saja ? “
“
Ya..ya..aku baik-baik saja. Lain kali kalau nyetir hati-hati ! Jangan
ngebut-ngebut ! “
“ Ne
ajussi. Aku tadi sedang terburu-buru. Sekali lagi aku minta maaf. “
Sesampainya
di dorm, ia langsung berlari menuju pintu masuk. Dengan nafas yang terengah
engah, Tae Hyung perlahan membuka pintu.
Dug…dug…dug…dug…
“
Suara apa itu hyung ! “ Tanya Jimin.
“
Aku juga tidak tahu. A[a mungkin gentayangan pemilik rumah tua itu ya ? “
Namjoon menjawab dengan nada
ketakutan.
Tiba-tiba,
pintu dorm perlahan dibuka. Dan semua member menjerit ketakutan.
“
AAA….HANTU GENNTAYANGAAA…NNN..!!!! “
“
Pergi kau !! Pergi sana ! Aku tidak akan bercerita lagi !! Jadi tolonlah pergi
dari dorm kami ! Jebaalll…!! “
Tae
Hyung yang membuka pintu dorm, terheran-heran dengan kelakuan teman-temannya
itu.
“
Hei…! Kau pikir aku ini apa ?? Aku masih hidup tau !! “
Karena
Jungkook mendengar sesuatu yang sepertinya familiar dengan suara itu, ia lalu
membuka setengah matanya dan menengok ke belakang. Betapa kagetnya Jungkook
saat ia melihat sosok pria dengan bayangan hitam. Lalu ia menutup kembali
matanya sambil berteriak keras-keras.
“
Aaa…aku tidak takut pada hantu palsu seperti kau !! Menjauhlah dari kami ! “
“
Hei, kalian semua…!! Aku ini Tae Hyung !! Mengapa kalian malah berteriak seakan
akan aku ini adalah hantu, hah ?! “
Semua
member kaget dengan apa yang mereka dengar. Dan semuanya memberanikan diri
menoleh ke arah sumber suara itu yang berada di depan pintu.
“
Aahh…Tae Hyung-ah ! Kukira kau ini hantu gentayangan pemilik rumah tua yang ada
di sebelah dorm kita ! Kau ini !! “ Kata Jimin mengomel.
“
Salah siapa bercerita horror dan mematikan lampu di sini ! “ Tae Hyung mencoba
membela dirinya.
Lalu
semua member menjawab serentak.
“
Yoon Gi dan Jimin ! “
Ketika
mereka sedang mempersalahkan siapa yang salah, manager mereka masuk ke dorm.
“
Hei, kalian ! Ayo berangkat ! Setengah jam lagi kita mulai manggung !
Palli..palli..! “
Semua
member menjawab dengan serentak.
“ Ne
manager hyung ! “
“
Kajja kajja ! BTS Fighting !! “ Sorakan Yoon Gi sebagai penyemangat.
Serentak
menjawab sambil tepuk tangan.
“
Fighting…!! “
Mereka
yang sudah ada di backstage, bersiap-siap naik panggung. Semua penonton
memenuhi studio. Senior-senior mereka juga sudah siap di backstage untuk
menunggu giliran mereka. Kini giliran Bangtan tampil di panggung. Host
memanggil nama boyband itu, dan merekapun segera menaiki panggung dan disambut dengan
sorak sorai penggemar mereka.
Sang
leader mulai memperkenalkan diri dan disusul para member lainnya.
“
Annyeong haseo “ Namjoon imnida ! “
“ Annyeong haseo “ Yoon Gi imnida ! “
“
Annyeong haseo “ Jimin imnida ! “
“
Annyeong haseo “ Tae Hyung imnida ! “
“
Annyeong haseo “ Jungkook imnida ! “
Karena ada yang kurang, Host pun
bertanya pada mereka.
“
Kemana Seok Jin dan J-Hope ? “
“
Mereka sedang melaksanakan wamil. Dua bulan lagi mereka akan kembali. “ Namjoon
sebagai leader menjawab pertanyaan itu.
“
Baiklah, karena penonton sudah menunggu perform kalian,mari kita sambut,
Bangtaan..!”
Penonton
mulai berteriak-teriak histeris. Saat ini, Bangtan akan membawakan lagu yang
berjudul RUN.
Suasana
yang panas dan keterbatasannya AC ysng tersedia, membuat para member kepanasan
dan mengeluarkan keringat banyak. Terutama Tae Hyung, ia terlihat pucat setelah
perform tadi.Ketika menuruni panggung, Tae Hyung hampir saja pingsan. Untung
saja Yoon Gi sigap menagkap badan Tae Hyung.
“
Tae Hyung-ah, kau tidak apa-apa ? “
“
Oo..jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja.”
“
Tapi kau terlihat pucat. Ayo kita ke rumah sakit. “
“
Tidak apa-apa kok. Aku baik-baik saja, “
“ Tapi, kalau kau butuh bantuan, bilang saja
sama kita, jangan kau tutup-tutupi sendirian.”
“
Oo..ne, arrasseo hyung. “
Ketika
mereka sedang menuju ruang tunggu, tiba-tiba Tae Hyung pingsan dengan darah
yang keluar dari hidungnya, Yoon Gi yang ada di depannya, langsung berlari
mendekati Tae Hyung yang tergeletak di lantai itu.
“
Bagaimana keadaan adik saya dok ? “ Tanya So Hyun yang khawatir sejak tadi.
Dokter
menjelaskan dengan detail.
“
Ee..begini. Kim Tae Hyung menderita leukemia. Sekarang ia sedang koma. Ini
sudah lama sekali, sejak ia datang ke rumah sakit ini untuk berobat. Apakah
anda tidak diberi tahu ? Kim Tae Hyung menderita leukimia saat ia berumur 15
tahun. Waktu itu, ia sering datang kesini, dan lama-lama ia jarang datang lagi.
“
Karena
khawatir, Jongin ingin masuk.
“
Apakah saya boleh masuk dok ?”
“
Silahkan…silahkan..”
Ruang
kamar pasien, seorang pria terbaring di sana, dipenuhi dengan selang oksigen
dan alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan detak jantung pria itu
lemah. Dia adalah Tae Hyung.
Greek…greek…
Pintu
kamar bergeser dan ada segerombolan orang masuk. Jongin yang tidak bisa
menerima keadaan adiknya itu, menagis tersedu-sedu. Sedangkan So Hyun hanya
bisa menenangkan adik pertamanya itu agar tidak menangisinya lagi
Yoon
Gi dan member lainnya yang sedang melihat Tae Hyung terkulai lemas di ranjang
itu, juga ikut menangis. Yoon Gi yang paling lama menangisinya, karena mereka
itu sangat dekat.
“
Hei..Tae Hyung-ah ! Kapan kau bangun hah ? “ Yoon Gi yang terus menangis
meratapi sahabatnya itu.
“
Apa kau merindukanku Yoon Gi ? Kita baru saja berpisah beberapa jam lalu! Kalau
kau ingin aku sadar, suruh mereka untuk berhenti menangisiku, karena aku masih
hidup. “
Suara
samar-samar yang terdengar oleh Yoon Gi, membuatnya langsung sadar, kalau Tae
Hyung berada di dekat tempatnya berdiri.
FLASHBACK…
“
Bagaimana keadaan adik saya dok ? “ Tanya So Hyun yang khawatir sejak tadi.
Membuka
matanya perlahan-lahan.
“
Ooh..dimana aku ? Ada apa denganku ?
Greek…greek…
“Oo..hyung,
lihat hyung, aku sudah sadar ! “
Dengan
perasaan sedih, hyung dan teman-temannya menangisi Tae Hyun yang sedang koma.
(
Tidak merespon pernyataan Tae Hyung )
“
Hyung, kau tidak mendengarku ? “ Tae Hyung yang mulai curiga dengan keadaan
dirinya, menoleh ke arah tempat tidur.
“
Mengapa aku juga ada di sana ? Kenapa dengan badanku ? Bersinar dan ringan. Dan
kenapa mereka malah menangisiku yang ada di tampat tidur ? Jadi, apa aku ini
sekarang telah menjadi roh ? Hyung ! Apa yang terjadi denganku ? “
FLASHBACK END…
“
Tae Hyung-ah, apa itu kau ? “ Yoon Gi mencoba untuk memastikannya lagi.
“
Ya, ini aku, Kim Tae Hyung. Jadi, apa kau akan melakukannya ?”
“
Tentu saja !! Kami sangat merindukanmu Tae Hyung-ah ! “
“
K-kenapa hyung malah bicara sendiri ? “ Jungkook dengan nada terputus-putus karena
sedang manangis.
“
Hei kalian ! Janganlah menangis ! Menangis tidaklah membuat orang sadar kembali
kan ? Kita berdoa saja agar Tae Hyung segera sadar. “ Ucap Yoon Gi meyakinkan
semua.
“
Benar juga hyung ! Kami tidak aka menangis lagi. “ Kata-kata jimin membuat
semua orang berhenti menangis.
Satu
seperempat jam kemudian, Tae hyung mulai ada tanda-tanda akan sadar. Jongin
hyung memanggil dokter untuk memeriksanya.
“
Dokter, dokter..adikku sudah sadar ! “
Dokter
yang sedang ada di dekat kamar Tae Hyung, langsung masuk dan memeriksa keadaan
pasiennya itu.
“
Permisi, bisakah kalian keluar sebentar ? “
“
Baik dok. “ Semua menjawab dengan nada yang bahagia.
Setelah
memeriksa, dokter pun keluar kamar pasien.
“
Bagaimana keadaan Tae Hyung dok ? “ Tanya Yoon Gi.
“
Dia sudah sepenuhnya pulih dan tidak lagi menderita leukemia. Ini keajaiban
Tuhan. Jarang sekali menemukan moment seperti ini. “
Semua
menangis terharu.
“
Benarkah dok ? Bolehkah kami masuk ? “ Jungkook yang tidak sabaran ingin sekali
masuk menemui hyung kesayangannya.
“
Silahkan saja. “
Pintu
kamar perlahan dibuka. Greek….
“
Hei…Kim Tae Hyung !! Kami benar-benar merindukanmu tau !Aku tadi dengar
suaramu, dan aku melaksanakan perintah yang kau suruh dengan baik ! “
“
Benarkah ? Aku tidak ingat ?!” Tae Hyung menjawabnya dengan polos, karena ia
benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dengannya.
“
Apa kalian senang aku kembali ?? “
Jongin
marah karena candaan itu.
“
Hei…siapa memang yang tidak senang kau kembali hah ? “
“Kenapa
kau menjawab serius ? Aku kan hanya bercanda…! He he he… “
“
Apanya yang lucu ! Kami sangat khawatir kalau kau tidak akan kembali lagi. “
Namjoon mulai menitihkan air matanya.
Jimin
mencoba memberi tahu semuanya kepada Tae Hyung.
“
Tae Hyung-ah, mulai sekarang kau tidak usah khawatir dengan penyakitmu ! Kau
sekarang sudah sembuh total Tae Hyung-ah ! “
“
Jinjja ? Aku tidak akan kambuh lagi ?”
“
Hmm…! “
“
Hei, kau..! Mulai sekarang kalau kau sakit ceritakan pada hyungmu ini ! Jangan
menyembunyikannya sendirian ! Arrasseo ? “ So Hyun tak mau kalah.
“ Ne
Hyung. “
THE END…